-->

Apa itu Network Layer?


Network layer merupakan salah satu dari 7 buah lapisan atau layer yang berada pada model referensi OSI (OSI Reference Model). Dalam pengaplikasiaannya, lapisan network layer ini memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Dari semua lapisan bagian dari OSI layer memiliki perannya masing-masing yang saling berkaitan untuk menampilkan informasi dan data dengan tepat pada user.

A. Jenis-Jenis Router
Network layer bertanggung jawab atas menentukan rute yang ditempuh paket dari sumber ketujuan (routing) atau sering disebut path determintation, oleh karena itu kita akan membahas router. Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network. Dan adapun beberapa jenis-jenisnya yaitu sebagai berikut :

1. Router Fisik / Hardware
Router fisik atau hardware merupakan jenis router yang paling umum, dimana router ini memiliki bentuk fisik yang nyata, dan banyak digunakan, bentuknya mirip seperti hub ataupun modem, dengan banyak port, dan biasanya diletakkan pada lokasi-lokasi yang didaulat menjadi center atau pusat. Router fisik ini merupakan jenis router yang banyak digunakan, karena kemampuannya yang besar dalam melakukan proses routing atau proses penghalaan dengan baik.
2. Router Software
Router software adalah sebuah program atau aplikasi yang memungkinkan sebuah PC dengan sistem operasi populer menjadi sebuah router. Router software ini dapat diinstal pada sistem operasi komputer. Dengan menggunakan router software, maka PC mampu untuk dioperasikan sebagai PC secara umum, sekaligus sebagai router. Namun kekurangannya fungsi routingnya tidak sehebat router fisik. Beberapa software yang biasa digunakan antara lain WinGate, WinRouter, SoyGate, dan lain-lain.
3.Router PC
Router PC merupakan sebuah router yang memang sengaja diinstall pada PC, sehingga sebuah PC hanya mampu untuk bertindak sebagai router. Router PC ini sudah sangat jarang sekali digunakan. Meskipun begitu, router PC ini hanya membutuhkan spesifikasi yang rendah, seperti Pentium 2, RAM 64, harrdisk 10 GB.

(Sumber : Dosenit | 6 Jenis Jenis Router dan Fungsinya )

B. Protokol yang ada pada Network Layer dan Fungsinya


1. IP (Internetworking Protocol)
Mekanisme transmisi yang digunakan untuk mentransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.
2. ARP (Address Resolution Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.
3. RARP (Reverse Address Resouluton Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
4. ICMP (Internet Control Message Protocol)
Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
5. IGMP (Internet Group Message Protocol)
Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.

(Sumber : Winbok | Protokol-Protokol yang Bekerja Pada OSI Layer )


C. ICMP (Internet Control Message Protocol)

Protokol ini memiliki fungsi untuk memberikan atau mengirimkan notifikasi dan juga pesan apabila terjadi masalah pada proses transmisi data, baik masalah pada server, host, maupun apabila IP address yang dituju tidak ditemukan. Dengan adanya protocol ini pada network layer, maka operator atau server atau host, IP address atau host mana saja yang mengalami masalah saat proses transmisi data melalui jaringan komputer sedang berjalan.


D. TraceRoute dan Cara Penggunaannya.

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocl (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live (TTL) yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

Cara Melakukan Traceroute pada Windows :
  1. Klik "Start" -> Run
  2. Setelah muncul pop up lalu anda tinggal ketikkan -> CMD
  3. Lalu munculah gambar seperti dibawah ini, kemudian anda tinggal ketikkan tracert (spasi) "NamaDomainAnda"
Dengan traceroute, kita dapat menganalisi informasi mengenai lokasi router, tipe dan kapasitas interface, tipe dan fungsi router, serta batas-batas network yang dilalui, berdasarkan DNS interface yang dilalui. Untuk lebih memperjelas, berikut ini adalah contoh hasil traceroute ke rumahweb.com


Hasil tracert diatas menunjukkan bahwa koneksi yang digunakan cukup stabil, terlihat 12 Hops (loncatan). Waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya Hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik /cepat anda mengakses situs yang anda traceroute tadi.

Tetapi jika anda melihat pada hasil tracert ada tanda * atau pesan 'request timed out' pada hasil tracert anda, maka disitulah masalah koneksi internet anda.


Cara Melakukan Traceroute pada Linux

  1. Buka terminal untuk menjalankan perintah
  2. Setelah muncul, anda ketikkan traceroute (spasi) "NamaDomainAnda"
Setelah anda mengetikkan perintah diatas, maka terminal akan mengeksekusi perintah tersebut dan menampilkan hasilnya seperti dibawah ini :




Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa telah berhasil melakukan tracert diterminal linux.




0 Response to "Apa itu Network Layer?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel